PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

60 Peserta PRIMA KSB Berebut 50 Kuota Kerja ke Jepang

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mematangkan tahapan seleksi Program Peningkatan Resiliensi dan Mutu Pekerja Migran Indonesia (PRIMA), untuk membuka peluang kerja bagi pemuda daerah di Jepang.

E
Penulis Editor
Tanggal 01 Sep 2026, 16:55 WITA
 60 Peserta PRIMA KSB Berebut 50 Kuota Kerja ke Jepang
Buka Peluang Kerja ke Jepang, Disnakertrans KSB Matangkan 60 Peserta Program PRIMA

Sumbawa Barat, GaungNUSRA

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mematangkan tahapan seleksi Program Peningkatan Resiliensi dan Mutu Pekerja Migran Indonesia (PRIMA), untuk membuka peluang kerja bagi pemuda daerah di Jepang.

Sebanyak 60 peserta yang lolos seleksi awal, kini mengikuti rangkaian pembekalan sebelum memasuki tahapan seleksi berikutnya. Dari jumlah tersebut, panitia akan memilih 50 peserta yang memenuhi seluruh persyaratan, untuk melanjutkan proses penempatan kerja ke Jepang.

Program PRIMA lahir melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara. Program tersebut memberikan ruang bagi pemuda KSB untuk memperoleh pembekalan dan persiapan sebelum memasuki pasar kerja internasional.

Saat ini, para peserta mengikuti kelas daring selama satu bulan. Lembaga ISO Jepang mendampingi proses pembelajaran secara jarak jauh dan memberikan materi yang berkaitan dengan persiapan kerja di Jepang.

Disnakertrans KSB turut memantau pelaksanaan pembelajaran, termasuk tingkat kehadiran dan kedisiplinan peserta selama mengikuti kelas. Dinas meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian pembekalan secara serius karena setiap tahapan menjadi bagian dari proses seleksi.

Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi SPi, melalui Kepala Bidang Ketenagakerjaan mengatakan peserta wajib menyelesaikan kelas daring sebelum mengikuti pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU).

“Peserta saat ini tengah fokus menempuh online class bersama ISO Jepang selama satu bulan,” kata Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disnakertrans KSB, Senin (31/8).

Setelah menyelesaikan pembekalan, peserta akan mengikuti MCU yang dijadwalkan pada akhir September 2026. Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan kondisi kesehatan peserta sebelum mereka melanjutkan proses penempatan kerja.

Panitia kemudian akan menyeleksi hasil MCU untuk menentukan 50 peserta yang berhak melanjutkan tahapan berikutnya. Dengan demikian, 10 peserta dari 60 peserta yang mengikuti proses seleksi saat ini tidak akan masuk dalam kuota akhir.

“Jumlah peserta belum tersaring menjadi 50 orang karena harus melewati tahapan MCU terlebih dahulu. Pelaksanaan MCU berlangsung akhir September, lalu peserta yang lolos akan berangkat ke Jakarta,” ujarnya.

Peserta yang memenuhi persyaratan kesehatan selanjutnya akan berangkat ke Jakarta. Mereka akan mengikuti pembekalan lanjutan secara intensif sebelum menjalani proses persiapan keberangkatan menuju Jepang.

Disnakertrans KSB bersama mitra program terus memantau setiap tahapan seleksi untuk memastikan peserta memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Dinas juga mendorong peserta menjaga kedisiplinan selama mengikuti pembelajaran dan mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi berikutnya.

Program PRIMA menjadi salah satu upaya Pemkab KSB memperluas akses kerja bagi masyarakat daerah. Melalui program tersebut, peserta tidak hanya menjalani proses seleksi, tetapi juga memperoleh pembekalan sebelum memasuki lingkungan kerja dan budaya kerja di Jepang.

Tahapan seleksi peserta akan berlanjut setelah pelaksanaan MCU pada akhir September. Peserta yang memenuhi persyaratan selanjutnya mengikuti pembekalan di Jakarta sebelum menjalani tahapan keberangkatan ke Jepang. (Gbw)



Bagikan Berita Ini: